Catatan Adhie S. Achmad

Sebuah blog tentang pengembaraan, petualangan, dan impian-impian yang mengisi ruang kehidupan seorang mantan jurnalis.

Pawang Buaya

ANCAMAN BAHAYA dari serangan binatang buas seperti ular dan buaya kerap mengintai para pekerja proyek survey seismik. Di Pulau Mangkudulis Kalimantan Timur bagian utara, dimana kami sedang mengerjakan survey seismik 3D sejak Desember 2009 lalu hingga 3 bulan ke depan, terdapat banyak buaya.

Pulau Mangkudulis berada tak jauh dari Pulau Tarakan. Jarak tempuhnya sekitar 1 jam perjalanan laut, menggunakan speedboat.  Di pulau tersebut masih ditemui banyak buaya.

Mengantisipasi bahaya serangan buaya, Crew Elnusa Party A5.77 mengundang seorang pawang buaya untuk melakukan ritual doa selamat. Sesaji dibuat oleh sang pawang. Lalu dilarung ke sungai yang menjadi habitat buaya. Prosesi ini cukup menegangkan.

Buaya yang berada di dalam Pulau Mangkudulis itu hingga kini masih menjadi ancaman bagi para penjaga tambak udang. Beberapa waktu lalu, ditangkap 8 ekor buaya dari dalam tambak. Para pekerja seismik dari departemen Topografi menemukan telur-telur buaya dan jejak kakinya. Bahkan saat perahu boat (longboat) yang membawa kru Topografi melintas di sungai, seekor buaya besar sempat melompat ke arah perahu tersebut.

Memang penuh resiko pekerjaan mengakuisisi data seismik untuk keperluan eksplorasi minyak dan gas bumi ini. Di atas perumukaan bumi, ada buaya. Namun, kita harus bisa mengatasi bahaya tersebut untuk bisa mendapatkan kekayaan minyak dan gas bumi yang terkandung nun jauh di kedalaman perut bumi.

Filed under: CATATAN dari SEISMIC SURVEYS

Nasihat Untuk Para Insinyur Muda

PRIA itu dengan mantap berkata di hadapan audience-nya. “Delapan puluh persen kesuksesan orang-orang di dunia ini adalah karena menguasai kemampuan Soft Skill. Hard Skill hanya menyumbang 20% saja dari kesuksesan itu.”

Puluhan insinyur muda yang mengikuti presentasinya itu tercengang. Mereka adalah geodetic engineer, seismologist, observer, dan public relation, dalam proyek-proyek akuisisi data sesmik.

Sang Presenter kembali menegaskan kata-katanya. “Jika Anda berpikir kepintaran akan membawa Anda ke kursi top level perusahaan, dengan meningkatkan Hard Skill, maka itu pemikiran yang salah. Saya tidak pintar. Yang membuat seseorang itu sukses adalah Soft Skill nya. Faktanya seperti itu.”

Presenter yang berbicara di depan para insinyur muda di Ruang Udaya Graha Elnusa tersebut, adalah Dipa Mulia, orang nomor satu di divisi akuisisi data Geosains PT.Elnusa, Tbk.

*

SOFT SKILL dalam terminologi pelatihan tersebut, adalah Interpersonal Skill dan Personal Skill yang meliputi kemampuan leadership, komunikasi, presentasi, mengelola waktu, goal setting, problem solving, stress management, etika, dan change management.

Sedangkan Hard Skill, berkaitan dengan instrumen, perangkat kerja, dan ketrampilan teknis di bidang topografi, seismologi, dan perekaman akuisisi data.

Para peserta di dalam pelatihan yang berlangsung sepanjang 2 pekan itu datang dengan motivasi berlainan. Apapun motivasi itu, pelatihan tersebut sangat berguna. Apalagi,  bagi para insinyur muda dengan jam terbang bekerja (dalam proyek) yang masih terbilang minim, dan masih panjang perjalanan karirnya.

“Kalian memang harus jago di bidang (teknis) masing-masing. Orang geodetic, harus jago topografi. Orang Seismo harus jago seismologis. Begitu juga dengan para observer. Tapi, jangan lupa juga, Soft Skill itu menyumbang 80% kesuksesan kalian nantinya,” nasihat Sang Direktur.

***

Filed under: CATATAN dari SEISMIC SURVEYS

Melirik Bisnis Online

HALAMAN BLOG, WEBSITE PRIBADI yang disisipi iklan komersial? Kenapa tidak? Jika itu dapat menambah penghasilan, dan halal, tentunya kebanyakan dari kita akan menyukainya.

Belakangan ini, saya banyak bertanya ke sana-ke mari soal potensi menjadi “publisher” atau blog yang memajang iklan orang lain. Rupanya, cukup menjanjikan.

Sebuah blog yang bagus, dalam arti bahwa blognya rame dikunjungi orang setiap hari, akan memiliki peluang lebih besar ketimbang blog yg sepi.

Google merupakan rekanan yang paling diincar oleh para blogger. Program Adsense Google, yang memberikan komisi per klik kepada blog-blog yang dipajangi iklan baris yang diorganisir oleh Google Adsense, membuat banyak blogger Indonesia kini membuat halaman web nya berbahasa Inggris. Sebab, itu salah satu syaratnya.

Lalu, mereka bermigrasi, dari blog gratisan (blogspot, wordpress, multiply, dll) ke blog berbayar dengan domain .com. Sebab, Google Adsense hanya mau membagi iklan ke blog dengan domain level dotcom.

Jadi, mulai dari sekarang, berpikirlah untuk memiliki blog dengan domain dotcom!

Filed under: OTHERS , ,

Sisi Lain di Dunia Seismik

PEKERJAAN  BERBASIS  PROYEK menuntut kesabaran bagi para pelakunya. Contohnya para pekerja di dunia seismik data akusisi. Ada proyek, senang hati kiranya. Proyek berakhir, ya sabar-sabar aja, dan tawakal, menunggu datangnya proyek baru.

Saya sering menerima telpon, sms, pesan di chatbox, dari sejumlah teman yang dulu pernah sama-sama di dalam suatu proyek, dengan nada yang hampir sama. “Lagi di proyek mana, bro? Aku masih di rumah neh. Kalau ada lowongan, ajak-ajak dong..”

Pertanyaan seperti itu sulit dijawab, jika yang ditanya statusnya pun sama. Sama-sama sedang jobless atau standby menanti proyek baru!

Yang namanya standby, tidak kenal batasan waktu. Bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau mungkin bertahun-tahun. Banyak sebab, orang seismik itu berstatus standby. Apapun sebabnya, yang jelas status standby itu nggak enak. Karena, penghasilan sudah pasti merosot drastis.

Oleh karenanya, sebagian orang seismik menjalani falsafah petani penggarap. Saat musim panen, dan musim tanam datang, mereka menggarap sawah. Ketika musim paceklik, mereka tak bersandar pada padi di sawah. Melainkan, bermigrasi ke kota menjadi buruh bangunan, atau berdagang kecil-kecilan dari modal hasil panenan.

Bekerja lalu berinvestasi. Bekerja lagi, tanam investasi lagi. Kebiasaan seperti itu merupakan suatu langkah cerdas untuk siapapun yang bekerja di dunia seismik.

Sehingga, hasil dari proyek tidak menguap kemana-mana. Akan tetapi, itu menghasilkan barang modal yang suatu saat bakal menopang biaya-biaya selama sedang standby. Atau bahkan, untuk pensiun dini dari dunia seismik lalu beralih profesi menjadi seorang pengusaha.

Filed under: CATATAN dari SEISMIC SURVEYS

Dunia Kecil Kami

Orang-orang datang dan pulang. Tapi, selalunya berjumpa kembali di proyek berikutnya. Ada mobilisasi peralatan, ada mobilisasi orang. Serba “urgent”,  serba mendesak. Tapi, dilakukan dalam keteraturan, memiliki prosedur ketat.

Area kerja melintasi hutan “perawan”, perbukitan, menyebrangi sungai,  rawa-rawa, laut dangkal, perkampungan penduduk, jalan berlumpur, dan bahkan sampai ke pinggiran kota, melintasi jalan tol.

Begitulah dinamika kehidupan dalam sebuah dunia kecil bernama proyek akuisisi data seismik. Suatu kerja yang padat modal sekaligus padat karya, dengan tujuan pengumpulan data lapisan bawah permukaan bumi untuk digunakan para juragan memprediksikan ada tidaknya minyak bumi atau gas bumi.

Berminggu-minggu berada di lapangan, lalu diberi waktu cuti beberapa minggu. 8 minggu kerja, 2 minggu cuti. Tapi, jadwal tak selalu tepat. Suasana itu bisa bikin benci, tapi rindu, hanya untuk mereka yang bersedia menerima tantangan. Serta, punya kesempatan!

Semangat pagiii….. seismik !!!

Filed under: ALBUM FOTO, CATATAN dari SEISMIC SURVEYS