Penulis Bernafas Pendek
SEORANG KAWAN menyebut istilah “penulis bernafas pendek” kepada para penulis yang berhenti di tengah perjalanan menulis. Mereka berhenti sebelum tuntas menuangkan pokok-pokok, maupun cabang-cabang pikiran mereka secara komprehensif ke dalam tulisan.
Tulisan karya penulis bernafas pendek tersebut terasa mengganjal bagi pembaca. Penulisnya pun seolah merasa tak mencapai “klimaks” sebagaimana yang diharapkan.
Saya kira jumlah populasi penulis bernafas pendek, yang mengalami “ejakulasi dini” dalam penulisan, tidaklah sedikit. Namun, pastinya masih jauh lebih banyak lagi jumlah populasi calon penulis.
Calon penulis ialah orang-orang yang memiliki pokok-pokok pikiran yang cemerlang di kepala mereka, yang berhasrat menuliskannya, tapi ketika sudah berhadapan dengan komputer kecemerlangan itu tersumbat, atau tersangkut entah dimana. Tak pelak, ia hanya berhenti sebatas “calon” penulis.
Fenomena di atas lumrah terjadi. Apalagi di dalam masyarakat yang sangat terbiasa hidup dalam kultur lisan, yang berkomunikasi cukup dengan percakapan, bukan berkorespondensi. Baru setelah datangnya era internet dan ponsel inilah, kita orang Indonesia membiasakan diri menulis: e-mail, dan SMS.
Okelah itu. Sekarang bagaimana jalan keluarnya, cara memperpanjang nafas dalam penulisan?
Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Begitu pula dalam seni menulis. Banyak jalannya, dan masing-masing jalan tersebut memiliki plus minus tersendiri.
Pelajaran pertama yang saya dapatkan dalam serial belajar menulis, adalah hanya satu pokok pikiran pada satu alinea. Pelanggaran aturan pertama ini, dapat dipastikan mengacaukan pikiran Anda, maupun pembaca Anda.
Oke, silakan berlatih, terapkan aturan nomor satu ini. Anggaplah sedang belajar berjalan, atau belajar naik sepeda. Pada mulanya langkah tertatih, sebelum bisa lancar. Dan pada suatu ketika, terhenti. Kemudian mulai sangsi, akankah perjalanan bisa diteruskan?
Jika sudah begitu, maka pelajaran kedua yang saya ingat adalah practice makes perfect!
Tags: Add new tag, pelajaran, Penulisan, Tips penulisan
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.