Seria Oil & Gas Discovery Centre: Musium yang Rekreatif

IMG_2827JIKA ke Brunei Darussalam mampirlah ke Seria. Industri minyak Brunei Darussalam dilahirkan dari sana.

Tak heran bila kemudian Brunei Shell Petroleum (BSP) membangun museum Oil & Gas Discovery Centre (OGDC) di Seria, untuk mengenang sekaligus melanjutkan industri yang menghidupkan rakyat negara kerajaan itu.

OGDC berada di area  blok  Seria. Tempat itu, menurut saya, cukup mempesona. Sebab, di situlah ilmu pengetahuan dipertunjukkan secara atraktif, interaktif, dan menarik. Segalanya tentang dunia perminyakan ditunjukkan secara atraktif.

Tak pelak, tempat itu menarik perhatian murid-murid  sekolah serta  masyarakat luas yang tertarik pada iptek serta dunia perminyakan.

Dengan membeli tiket masuk seharga BND $ 5 (Rp.35.000,-)  per orang, saya mengunjungi OGDC Jumat 5 Juni 2009 lalu. Serombongan murid sekolah dasar tampak sedang mencoba memainkan atraksi-atraksi iptek yang interaktif di situ. Sesekali terdengar gelak tawa mereka acapkali mendapati kekaguman.

IMG_2846Ruangan dilengkapi pencahayaan yang menarik dan desain bergaya posmo sehingga tak terasa seperti berada di museum. Berbagai fenomena alam dijelaskan dengan format permainan yang interaktif dimana pengunjung dengan mudah dapat memahami teori-teori fisika yang rumit.

Anda dengan mudah bisa memahami fenomena Lubang Hitam, listrik, magnet, fisika, eksplorasi migas, eksploitasi, hingga soal ilusionis. Mulai dari sebab-sebab terjadinya minyak (hidrokarbon), hingga bagaimana eksplorasi dan eksploitasi dilakukan, dijelaskan dengan maket-maket diorama, serta tampilan audio visual yang menarik.

IMG_2847“The Oil & Gas Discovery Centre (OGDC) menunjukkan komitmen jangka panjang dari Brunei Shell Petroleum Company Sdn Bhd (BSP) terhadap pembangunan Brunei Darussalam dan masyarakat secara berkelanjutan,” tulis pengelola tempat itu dalam situs web nya. Kebawah Duli Yang Maha Mulia Baginda Sultan Hasanal Bolkiah membuka tempat itu pada September 2002.

IMG_2844BSP tak dapat dipisahkan dari sejarah Negeri Melayu Islam Beraja itu. BSP mendapatkan sumur pertamanya di Seria pada tahun 1929, setelah bertahun-tahun sejak melakukan survey di Tutong, yang merupakan area prospeknya ketika itu, menemui kegagalan.  Sumur pertama di Seria ini berkedalaman 297 meter, dan menghasilkan 1 milyar barel hingga ditutup pada tahun 1991.

IMG_2831

Kiprah BSP dalam sejarah Brunei ditampilkan dalam Musium OGDC.

Dan berbekal info dari Musium OGDC pula, saya mencari lokasi sumur tersebut Sabtu siang 6 Juni 2009.

Ada sebuah monumen dibangun tepat di pinggir pantai Seria, tak berapa jauh dari musium OGDC. Dari atas monumen dapat terlihat kapal tanker di kejauhan sedang berlabuh di dekat rig di tengah laut. Mungkin sedang menyedot minyak dari rig. Konon, cadangan minyak di Seria ini dalam waktu 20 tahun lagi  akan habis.

Musium OGDC tak hanya menyimpan masa lalu Brunei. Lewat berbagai atraksi menarik seputar iptek yang dipamerkan di dalam musium itu,  serta program edukasi yang ditawarkan kepada murid-murid sekolah, OGDC menanamkan “semangat migas” kepada bocah-bocah Brunei agar melek iptek. Barangkali, jika suatu saat sumur-sumur minyak di Brunei kering, bocah-bocah itu nantinya diharapkan menjadi ahli-ahli migas di luar negeri.

Explore posts in the same categories: CATATAN dari SEISMIC SURVEYS, JOURNEY

Comment: