Catatan Adhie S. Achmad

Sebuah blog tentang pengembaraan, petualangan, dan impian-impian yang mengisi ruang kehidupan seorang mantan jurnalis.

Melirik Bisnis Online

HALAMAN BLOG, WEBSITE PRIBADI yang disisipi iklan komersial? Kenapa tidak? Jika itu dapat menambah penghasilan, dan halal, tentunya kebanyakan dari kita akan menyukainya.

Belakangan ini, saya banyak bertanya ke sana-ke mari soal potensi menjadi “publisher” atau blog yang memajang iklan orang lain. Rupanya, cukup menjanjikan.

Sebuah blog yang bagus, dalam arti bahwa blognya rame dikunjungi orang setiap hari, akan memiliki peluang lebih besar ketimbang blog yg sepi.

Google merupakan rekanan yang paling diincar oleh para blogger. Program Adsense Google, yang memberikan komisi per klik kepada blog-blog yang dipajangi iklan baris yang diorganisir oleh Google Adsense, membuat banyak blogger Indonesia kini membuat halaman web nya berbahasa Inggris. Sebab, itu salah satu syaratnya.

Lalu, mereka bermigrasi, dari blog gratisan (blogspot, wordpress, multiply, dll) ke blog berbayar dengan domain .com. Sebab, Google Adsense hanya mau membagi iklan ke blog dengan domain level dotcom.

Jadi, mulai dari sekarang, berpikirlah untuk memiliki blog dengan domain dotcom!

Filed under: OTHERS , ,

Sisi Lain di Dunia Seismik

PEKERJAAN  BERBASIS  PROYEK menuntut kesabaran bagi para pelakunya. Contohnya para pekerja di dunia seismik data akusisi. Ada proyek, senang hati kiranya. Proyek berakhir, ya sabar-sabar aja, dan tawakal, menunggu datangnya proyek baru.

Saya sering menerima telpon, sms, pesan di chatbox, dari sejumlah teman yang dulu pernah sama-sama di dalam suatu proyek, dengan nada yang hampir sama. “Lagi di proyek mana, bro? Aku masih di rumah neh. Kalau ada lowongan, ajak-ajak dong..”

Pertanyaan seperti itu sulit dijawab, jika yang ditanya statusnya pun sama. Sama-sama sedang jobless atau standby menanti proyek baru!

Yang namanya standby, tidak kenal batasan waktu. Bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau mungkin bertahun-tahun. Banyak sebab, orang seismik itu berstatus standby. Apapun sebabnya, yang jelas status standby itu nggak enak. Karena, penghasilan sudah pasti merosot drastis.

Oleh karenanya, sebagian orang seismik menjalani falsafah petani penggarap. Saat musim panen, dan musim tanam datang, mereka menggarap sawah. Ketika musim paceklik, mereka tak bersandar pada padi di sawah. Melainkan, bermigrasi ke kota menjadi buruh bangunan, atau berdagang kecil-kecilan dari modal hasil panenan.

Bekerja lalu berinvestasi. Bekerja lagi, tanam investasi lagi. Kebiasaan seperti itu merupakan suatu langkah cerdas untuk siapapun yang bekerja di dunia seismik.

Sehingga, hasil dari proyek tidak menguap kemana-mana. Akan tetapi, itu menghasilkan barang modal yang suatu saat bakal menopang biaya-biaya selama sedang standby. Atau bahkan, untuk pensiun dini dari dunia seismik lalu beralih profesi menjadi seorang pengusaha.

Filed under: CATATAN dari SEISMIC SURVEYS